First, you must have sharebar plugin in your wordpress blog, from wordpress left panel, click menu Setting — Sharebar, then click Add New Button.

Go to http://www.google.com/intl/en/webmasters/+1/button/index.html to get Google +1 code, because sharebar support two type button, small and tall, click small radio button and copy this code, then click tall radio button and copy this code.
(more…)

 
sf

Fedora 15: YUM Quick Guide Part 3

On July 16, 2011, in Fedora, by urangkayo

Yum Plugins: yum memiliki beberapa plugins yang bisa membuat performa yum menjadi lebih baik atau mempercepat process download package dari repository. Beberapa plugins dari yum yang terinstall secara default pada saat melakukan installasi Fedora 15 adalah (jika melakukan installasi packages minimal, maka defaultnya yum plugins tidak terinstall):
(more…)

 
sf

Fedora 15: Reset root Password

On July 10, 2011, in Fedora, by urangkayo

To reset your “root” password in Fedora 15:

  1. Restart your Fedora 15, from grub menu select Fedora 15, then press “e“. Use arrow key to select second line (start with “kernel … “) and then press “e” to edit
    (more…)
 
sf

Fedora 15: YUM Quick Guide Part 2

On July 10, 2011, in Fedora, by urangkayo
  1. Query/Search packages
    untuk searching/query packages, gunakan “yum search nama_packages“ 

    [anif@anif ~]$ yum search xmms mp3
    Loaded plugins: langpacks, presto, refresh-packagekit
    ============================ N/S Matched: xmms, mp3 ============================
    xmms-mp3.i586 : MP3 output plugin for XMMS

    Full name and summary matches only, use “search all” for everything.

    (more…)

 
sf

Fedora 15: YUM Quick Guide Part 1

On July 9, 2011, in Fedora, by urangkayo

Yum (Yellowdog Update, Modifier) merupakan package manager yang digunakan oleh system berbasiskan Red Hat Package Manager (rpm), pada distro lain kita mengenal adanya apt-get atau aptitude (debian based system), pkg_add pada OpenBSD.

Yum digunakan untuk meng-query informasi dari package, men-download package dari repository, melakukan installasi package, uninstall package, meng-update system. Yum secara otomatis akan memeriksa dependencies dari package waktu melakukan process installasi, uninstall atau update dan secara otomatis juga akan menginstall, uninstall atau update package yang dibutuhkan.

Jika pernah menggunakan rpm untuk menginstall package, mungkin pernah melihat output berikut

[root@anif ~]# rpm -ivh supertuxkart-0.7-2.fc15.i686.rpm
error: Failed dependencies:
libIrrXML.so.1.7 is needed by supertuxkart-0.7-2.fc15.i686
libIrrlicht.so.1.7 is needed by supertuxkart-0.7-2.fc15.i686
opengl-games-utils is needed by supertuxkart-0.7-2.fc15.i686
supertuxkart-data = 0.7 is needed by supertuxkart-0.7-2.fc15.i686

rpm command tidak bisa secara otomatis menginstall package-package yang dibutuhkan oleh supertuxkart-0.7-2.fc15.i686.rpm, sehingga pada saat installasi akan gagal karena dependencies package tidak terpenuhi.
Hal yang berbeda jika kita menggunakan yum untuk menginstall program supertuxkart, dimana yum secara otomatis akan mendeteksi package yang dibutuhkan dan menginstallnya (more…)

 
sf

Perl: Filter string menggunakan Perl command

On July 5, 2011, in Perl, by urangkayo

Biar ga lupa jadi ditaro disini aja :)

Pernah punya log file trus harus filter line dengan string “abcde” aja yang di tampilkan, atau yang bukan string “abcde” yang ditampilkan.

ex: log filename: urangkayo.log

  • delete string “urangkayo”
    command perl berikut digunakan untuk meng-copy line yang tidak memiliki string “urangkayo” 

    perl -ne “print unless /urangkayo/” urangkayo.log > not-urangkayo.txt

  • print line yang hanya berisikan string “urangkayo”

    perl -ne “print if /urangkayo/” urangkayo.log > just-urangkayo.txt

Script sederhana tapi bisa membuat hidup jadi lebih mudah :)

 
sf

Fedora 15: Flash-plugin installation

On July 3, 2011, in Fedora, by urangkayo

To check you already have flash-plugins for Firefox browser, from address bar, type:

about:plugins

If flash-plugins not exist, you need install from adobe.com, first install adobe repository using “rpm” command (you can directly install from http or download this file from here)

[root@urangkayo wl]# rpm -ivh http://linuxdownload.adobe.com/adobe-release/adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm
Retrieving http://linuxdownload.adobe.com/adobe-release/adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm
warning: /var/tmp/rpm-tmp.FjrZMU: Header V3 DSA/SHA1 Signature, key ID f6777c67: NOKEY
Preparing…                ########################################### [100%]
1:adobe-release-i386     ########################################### [100%]

(more…)

 

When you try to build module from source with command “make all” and manually insert this module with “insmod” command, maybe you get this error:

[root@urangkayo ~]# insmod wl.ko
insmod: error inserting ‘wl.ko’: -1 Unknown symbol in module

sometimes you also get error when run “modprobe” command after run “make all” and “make install”

[root@urangkayo ~]# modprobe wl
FATAL: Module wl not found.

to fixed this problem, just run from gnome-terminal, command

depmod -a

before you run “insmod” or “modprobe” again.

 

I’ll use Linux Fedora 15 and will use ‘yum’ for install liveusb-creator from Fedora 15 repo.

Open gnome-terminal, then query liveusb using ‘yum search “liveusb”

[urangkayo@urangkayo ~]$ yum search “liveusb”
Loaded plugins: langpacks, presto, refresh-packagekit
============================= N/S Matched: liveusb =============================
liveusb-creator.noarch : A liveusb creator

Name and summary matches only, use “search all” for everything.

(more…)

 
sf

IPv6: History

On June 24, 2011, in IPv6, by urangkayo

IPv6 di develop sebagai successor dari IPv4 yang  terbatas jumlahnya. IPv6 memiliki address space yang lebih banyak dibanding IPv4 salah satunya adalah karena IPv6 terdiri atas 128 bit, sedangkan IPv4 hanya 32 bit.

Limitasi dari IPv4 antara lain:

  1. Address space yang terbatas. Karena terdiri dari 32 bit yang ditulis dalam bentuk dotted decimal form (a.b.c.d), dimana masing-masingnya terdiri atas 8 bit (1 bytes). Untuk a, b, c, d merupakan decimal dengan range 0 – 255 (00000000 – 11111111).
    Walaupun address space ini bisa diakali dengan menggunakan CIDR (dimana penggunaan IPv4 tidak berdasarkan kelas, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan sehingga bisa memperpanjang usia IPv4).
  2. Network Address Translation (NAT) problem. Untuk mencegah exhausted IPv4, salah satu cara yang digunakan adalah NAT. NAT memungkinkan private IPv4 network terkoneksi dengan internet melalui satu atau beberapa public IPv4 address dengan cara melakukan translasi private IPv4 ke public IP. NAT bisa dibilang sebagai violation dari prinsip end-to-end connectivity (dimana host yang berada dibelakang NAT tidak langsung berkomunikasi dengan host yang dituju). Selain itu NAT juga menimbulkan permasalahan untuk firewall, IPsec, FTP
  3. Broadcast. Broadcast traffic yang tidak terkontrol bisa membuat network down, karena seperti yang diketahui jika host menerima broadcast paket, maka host tersebut harus memprocessnya meskipun paket tersebut tidak ditujukan untuk host tersebut.

Karena keterbatasan yang dimiliki oleh IPv4 maka di develop IPv6 yang diawali dengan rfc1883 di tahun 1995, rfc1883 menjadi obsolete oleh rfc2460. Mengapa tidak dinamakan IPv5, karena versi 5 sebelumnya sudah digunakan sebagai experimental real-time streaming protocol.

Kelebihan yang dimiliki oleh IPv6 jika dibandingkan dengan IPv4 antara lain:

  1. Kemampuan addressing yang lebih luas.
    IPv6 memiliki ukuran 128 bits yang berarti jumlah addressable untuk host jauh lebih besar (2128), auto configuration yang lebih simple, broadcast di IPv4 digantikan oleh “anycast” di IPv6 yang memiliki karakteristik lebih baik dibandingkan dengan broadcast. Penambahan “scope” field untuk multicast address.
  2. Header format yang lebih sederhana.
    Jika dibandingkan dengan header IPv4, IPv6 memiliki header yang lebih sederhana.
  3. Support yang lebih baik untuk extension dan options
  4. Kemampuan dalam flow labeling.
    Kemampuan baru yang ditambahkan pada IPv6 agar bisa melabel paket yang berasal dari traffic flow tertentu, seperti “real time” services.
  5. Authentication dan Privacy capabalities